PRAYA, SASAK TIMES — Aksi kejahatan jalanan kembali mencoreng rasa aman di Kabupaten Lombok Tengah. Kali ini, dugaan perampokan meresahkan terjadi di wilayah Kecamatan Praya Barat Daya, menimpa seorang pedagang bakso keliling bernama Selamet, warga Dusun Ular Naga, Desa Bonder.
Peristiwa naas tersebut terjadi di Dusun Gerintuk, Desa Batu Jangkih, pada Sabtu malam (10/10/2026) sekitar pukul 21.00 WITA. Akibat kejadian ini, korban harus menanggung kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp10 juta setelah kehilangan uang tunai sebesar Rp2,5 juta serta satu unit telepon genggam jenis Samsung A55 dirampas pelaku.
Berdasarkan keterangan awal korban, modus operandi pelaku tergolong licik. Pelaku diduga telah mengintai dan menunggu korban di lokasi yang sepi, setelah sebelumnya sempat berpura-pura membeli bakso dagangannya.
Keresahan warga kian memuncak lantaran insiden semacam ini bukan yang pertama kalinya terjadi di wilayah tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun di tengah masyarakat, rangkaian aksi kejahatan serupa pernah dilaporkan sebelumnya, termasuk insiden kekerasan yang menyebabkan seorang korban perempuan mengalami luka serius.
Menanggapi situasi yang kian mengkhawatirkan ini, tokoh pemuda setempat, Saddam Husen, melayangkan kecaman keras dan mendesak jajaran Polsek Praya Barat Daya untuk tidak tinggal diam serta segera mengambil langkah taktis.
”Sudah cukup masyarakat menjadi korban. Kami meminta Kapolsek Praya Barat Daya segera bertindak serius, mengusut tuntas kejadian ini, dan menangkap pelaku apabila terbukti terlibat. Jangan sampai masyarakat terus hidup dalam ketakutan sementara pelaku kejahatan belum terungkap,” tegas Saddam Husen saat dikonfirmasi, Minggu (11/10/2026).
Tidak hanya itu, Saddam juga mendesak Kapolresta Lombok Tengah untuk turun tangan mengevaluasi kinerja jajaran Polsek Praya Barat Daya jika ditemukan kelemahan, kelalaian, atau lambannya penanganan dalam memberikan perlindungan keamanan kepada warga.
”Kalau memang ditemukan kelalaian dalam pelaksanaan tugas, kami meminta Kapolresta Lombok Tengah mengambil tindakan tegas sesuai ketentuan yang berlaku. Jabatan kepolisian membawa tanggung jawab besar untuk melindungi masyarakat. Keamanan warga tidak boleh dianggap persoalan sepele,” tambahnya.
Pihaknya memperingatkan bahwa keluarga korban bersama masyarakat mendesak adanya perkembangan penyelidikan yang transparan dan nyata, bukan sekadar janji. Apabila aparat kepolisian tidak menunjukkan progres yang signifikan dalam waktu dekat, warga berencana mendatangi langsung Mapolsek Praya Barat Daya atau Polresta Lombok Tengah untuk menuntut percepatan penegakan hukum secara damai dan tertib.
Masyarakat kini menanti langkah konkrit aparat kepolisian untuk segera meringkus pelaku, memulihkan situasi kamtibmas, dan memastikan warga dapat kembali mencari nafkah tanpa dihantui rasa takut.
(Red/sdm/Sasaktimes)