Opini

Jabat Wantimpres, Rocky Gerung tajam di luar akankah tumpul di dalam?

• 3 Oktober 2026
- Iklan / Advertorial -
[ Slot Iklan Atas Berita ]

Opini: Kadri Ramdani

Sasaktimes.com – Resmi dilantik Rocky Gerung menjabat sebagai Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada Jumat 2 Oktober 2026 kemarin langsung disambar netizen dengan beragam spekulasi. Sebagian merasa kehilangan tokoh kritis yang selama ini sering memotivasi masyarakat untuk berani nyaring bersuara dari luar. ada juga yang bertanya-tanya apakah cara berpikirnya yang tajam itu akan dimanfaatkan untuk membenahi kebijakan dari dalam, atau justru perlahan tumpul di tutup administrasi? Tapi, bagaimana Bung Rocky merespon segala spekulasi publik ini.

Tugas dan Fungsi Dewan Pertimbangan Presiden

Pascapelantikan, Rocky mengungkapkan bahwa dirinya menerima pesan khusus dari Presiden Prabowo. Ia menjelaskan bahwa Wantimpres memiliki kedudukan etis untuk melihat celah atau ekses dari sebuah kebijakan. Tugasnya ke depan adalah mengolah persepsi publik agar selaras dengan visi dan persepsi Presiden.

- Iklan / Sponsor -

Menjawab cecaran pertanyaan media usai dilantik di Istana Negara, Bung Rocky Gerung santai menegaskan kalau posisi baru ini tak bakal mengubah cara pandangnya.

“Dewan ini justru fungsinya kritis, bukan kritik ya, beda tuh. Kritis terhadap kebijakan… Pandangan saya tetap radical break,” tegas Bung Rocky Gerung (Kompas.com, 2 Oktober 2026).

Bagi Rocky, tugasnya di Wantimpres adalah memberikan pertimbangan etis yang lugas sebelum sebuah kebijakan dieksekusi. Menurutnya, ini cuma soal “pindah posisi” dari luar ke dalam untuk menguji apakah gagasan akal sehat bisa beneran berdampak, bukan sekadar jadi bahan debat di panggung publik. Lalu, apakah hadirnya pemikiran tajam di dalam lingkaran Istana ini memang bisa membawa perubahan nyata.

Di Luar Tajam, akankah di dalam Tumpul?

Suka atau tidak, lingkaran kekuasaan itu punya dampak dan gravitasi yang sangat kuat. Berada di dalam sistem berarti harus siap berhadapan dengan tembok birokrasi, elite politik, dan keuangan administrasi yang pelan-pelan bisa menumpulkan keberanian bersuara. Tantangan terberatnya bukan soal gagal memberi masukan, tapi ketika seseorang tanpa sadar mulai menormalisasikan hal-hal yang dulu paling keras ia tentang. Lantas, apa yang pada akhirnya menentukan arah perjalanan ini

Pada akhirnya, puncak perjuangan seorang aktivis atau akademisi bukanlah soal dilantik atau memegang jabatan. Masuknya Bung Rocky Gerung ke Istana adalah sebuah pertaruhan dari Luar ke dalam dan termasuk beban moral.

Apakah prinsip radical break yang diucapkannya bakal benar-benar mewarnai kebijakan negara, atau justru luntur seiring jalannya waktu, cuma konsistensi sikapnya nanti yang bisa menjawab.

Kami sebagai generasi muda mengharapkan tokoh kritis yang memotivasi kami untuk bersuara terus konsisten dalam menyuarakan hak Rakyat baik itu dari dalam maupun luar, karena bagi kaum awam tentunya Rocky di nilai tidak konsisten dan terkesan munafik.

- Iklan / Advertorial -