News

Masyarakat Diimbau Wasapada, Grup Telegram Diduga Mencatut Nama OCBC NISP untuk Tawarkan Trading Berprofit Cepat

Sebuah group Telegram yang menggunakan nama dan logo OCBC NISP menawarkan program trading dengan janji keuntungan cepat. Masyarakat diminta..

LOMBOK TENGAH – Sebuah grup Telegram yang menggunakan nama dan logo menyerupai identitas OCBC NISP ditemukan menawarkan program trading dengan janji keuntungan dalam waktu singkat. Temuan tersebut memunculkan kehawatiran terkait potensi penyalahgunaan identitas perusahaan untuk menarik minat masyarakat melakukan penyetoran dana.

Berdasarkan pantauan Sasak Times pada Rabu (10/06/2026), group Telegram tersebut menggunakan nama “PT BANK OCBC NISP TBK” dan mencantumkan keterangan ” Official Telegram Group”. Group tersebut juga meanawkan program investasi atau trading dengan keuntungan yang dapat diperoleh dalam waktu sekitar tiga hingga empat jam.

Dalam percakapan yang beredar di grup, calon peserta diarahkan untuk melakukan transfer terlebih dahulu. Sejumlah akun yang mengaku sebagai peserta kemudian memberikan testimoni positif dan menyatakan bahwa dana yang disetorkan aman digunakan untuk aktivitas trading.

Selain itu, grup juga menampilkan sejumlah foto uang tunai dan tangkapan layar transaksi yang diklaim sebagai bukti keberhasilan program investasi tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, Sasak Times belum menemukan informasi yang dapat memverifikasi bahwa grup Telegram tersebut memiliki hubungan resmi dengan pihak OCBC NISP. Sasak Times juga belum memperoleh laporan korban yang mengalami kerugian akibat aktivitas yang ditawarkan dalam grup tersebut.

Meski demikian, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai macam bentuk penawaran investasi melalui media sosial maupun aplikasi pesan instan yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat.

Kenali Ciri-Ciri Modus yang Perlu Diwaspadai

Masyarakat perlu berhati-hati apabila menemukan tawaran investasi yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  • Menjanjikan keuntungan tinggi dalam waktu singkat.
  • Meminta transfer dana sebelum adanya verifikasi yang jelas.
  • Menggunakan nama perusahaan besar untuk meningkatkan kepercayaan.
  • Menampilkan testimoni dan foto uang sebagai alat promosi.
  • Tidak mencantumkan informasi legalitas secara transparan.

Sebelum melakukan investasi, masyarakat disarankan untuk memeriksa legalitas perusahaan, memastikan informasi melalui kanal resmi perusahaan terkait, dan tidak mudah tergiur oleh janji keuntungan yang tidak disertai penjelasan risiko yang memadai.

Sasak Times masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait mengenai keberadaan grup Telegram tersebut.