LOMBOK TENGAH, SASAK TIMES – Seringkali kita bertanya-tanya, mengapa jalan yang baru saja diaspal atau diperbaiki, dalam hitungan bulan sudah kembali berlubang dan retak? Apakah kualitas materialnya yang buruk, atau ada faktor lain yang luput dari perhatian kita?
Dalam kacamata lingkungan dan infrastruktur, ada hubungan erat antara aktivitas manusia dengan daya tahan fasilitas publik yang kita gunakan sehari-hari. Mari kita bahas secara sederhana.
1. Beban Tonase yang Melebihi Kapasitas Setiap ruas jalan memiliki “Kelas Jalan” yang didesain untuk menahan beban maksimal tertentu. Jika jalan yang diperuntukkan bagi kendaraan pribadi atau angkutan ringan dilalui oleh kendaraan berat secara terus-menerus, maka struktur bawah jalan akan mengalami kelelahan (fatigue). Akibatnya, permukaan jalan akan retak lebih cepat dari usia teknisnya.
2. Drainase yang Tersumbat Seringkali kita mengabaikan selokan di pinggir jalan. Padahal, musuh utama aspal adalah air. Jika drainase tidak lancar, air akan menggenang di bahu jalan dan merembes ke bawah permukaan aspal. Proses ini membuat pondasi jalan menjadi lunak, sehingga saat dilewati kendaraan, jalan akan mudah amblas.
3. Pentingnya Pengawasan Bersama Infrastruktur adalah aset kita bersama. Menjaga agar jalan tetap awet bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab kita sebagai warga. Mengingatkan agar kendaraan yang melintas sesuai dengan kapasitas kelas jalan adalah bentuk kepedulian nyata terhadap lingkungan.
Baca Juga : Bantah ‘Tutup Mata’, Ketua Komisi I DPRD Loteng Ahmad Syamsul Hadi Tantang Pemuda Sebut Nama Perusahaan
Apa yang Bisa Kita Lakukan? Sebagai masyarakat, kita bisa mulai dengan :
- Melaporkan jika ada drainase yang tersumbat : Jangan menunggu sampai banjir atau jalan hancur.
- Peduli dengan lingkungan sekitar : Tidak membuang sampah ke saluran air di pinggir jalan.
- Menjadi pengawas mandiri : Jika melihat aktivitas yang berpotensi merusak infrastruktur, kita bisa berkomunikasi secara santun dengan pihak terkait atau melaporkannya ke dinas berwenang.
Membangun Lombok Tengah yang maju dimulai dari kepedulian kita terhadap hal-hal kecil di sekitar kita. Mari kita jaga infrastruktur kita agar tetap awet untuk kenyamanan bersama.
(Redaksi Sasak Times / Edukasi Lingkungan)