News

Wakil Bupati Lombok Tengah Launching Buku Ajar Berajah Base Sasak, Perkuat Pelestarian Bahasa Daerah Sejak Dini

Wakil Bupati Lombok Tengah besama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan saat launching Buku Ajar Berajah Bahase Sasak di Hotel Swiss-Belcourt

LOMBOK TENGAH, Sasak Times – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan melestarikan bahasa daerah melalui dunia pendidikan. Salah satu langkah konkretnya diwujudkan dengan peluncuran Buku Ajar Berajah Base Sasak, yang diproyeksikan menjadi bahan ajar muatan lokal bagi siswa Sekolah Dasar (SD).

Launching Buku Ajar Berajah Base Sasak dihadiri Wakil Bupati Lombok Tengah bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Tengah. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Swiss-Belcourt dan menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat pelestarian bahasa serta budaya Sasak di lingkungan pendidikan. Buku ajar yang disusun oleh Tim Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lombok Tengah ini diharapkan menjadi pedoman pembelajaran muatan lokal yang seragam di seluruh sekolah dasar. Kehadirannya dinilai sebagai langkah strategis untuk mengenalkan Bahasa Sasak kepada peserta didik sejak usia dini secara lebih terstruktur.

Baca Juga : Desa Sukarara, Destinasi Wisata Tenun Tradisional yang Menjaga Warisan Budaya Sasak

Melalui pembelajaran yang terintegrasi, generasi muda diharapkan tidak hanya mampu memahami Bahasa Sasak sebagai alat komunikasi, tetapi juga memiliki rasa bangga terhadap identitas budaya daerah yang diwariskan secara turun-temurun.

Pelestarian bahasa daerah menjadi salah satu tantangan di tengah derasnya perkembangan teknologi dan arus globalisasi. Karena itu, pendidikan dipandang memiliki peran penting dalam memastikan Bahasa Sasak tetap hidup, berkembang, dan digunakan oleh generasi mendatang.

Dalam pesannya, masyarakat diajak untuk terus mengajarkan serta membiasakan penggunaan Bahasa Sasak kepada anak-anak sejak dini. Sebab, bahasa tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga merupakan bagian dari jati diri dan kekayaan budaya masyarakat Sasak yang harus terus dijaga.

” Mari kita ajarkan dan lestarikan Bahasa Sasak kepada anak-anak kita, karena bahasa adalah jati diri, dan budaya adalah warisan yang harus terus hidup dari generasi ke generasi.”

Melalui hadirnya Buku Ajar Bahase Sasak,. Pemerintah Kab. Lombok Tengah berharap upaya pelesatarian bahasa dan budaya lokal semakin kuat serta mampu mencetak generasi yang tetap berakar pada nilai-nilai budaya Sasak di tengah perkembangan zaman. (Red/Sasaktimes)