PRAYA, SASAK TIMES – Guna memperkuat koordinasi dan memastikan penyaluran bantuan sosial tepat sasaran, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Lombok Tengah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Fasilitasi Bantuan Pengembangan Ekonomi Masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di Praya pada Rabu (1/7/2026) ini, melibatkan seluruh Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) yang tersebar di wilayah Kabupaten Lombok Tengah. Selain evaluasi penyaluran bantuan, agenda ini juga difokuskan pada dorongan pemberdayaan ekonomi masyarakat agar lebih mandiri.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lombok Tengah, H. Masnus, S.Pd., M.Pd., yang membuka kegiatan tersebut secara resmi, menegaskan bahwa keberhasilan program kesejahteraan sosial tidak bisa diraih secara instan atau berjalan sendiri.Menurutnya, dibutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, para pendamping di lapangan, hingga pemangku kebijakan di tingkat desa dan kecamatan.
“Kolaborasi yang baik antar semua pihak menjadi kunci keberhasilan dalam memastikan bantuan sosial tersalurkan secara tepat sasaran, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan,” tegas H. Masnus dalam sambutannya.
Capaian Penyaluran Tembus 93 Ribu KPM
Di tempat yang sama, Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial (Dayasos) Dinsos Lombok Tengah, H. Edy Supriadi, S.IP., M.H., memaparkan progres positif dari pelaksanaan Program BPNT di daerah tersebut.
Tercatat, angka penyaluran bantuan sembako kepada masyarakat pada periode April hingga Juni 2026 telah mencapai 93.196 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Edy menyebut capaian luar biasa ini merupakan buah dari kerja keras dan koordinasi intensif antara Dinsos, TKSK, serta jajaran pemerintah desa.
Evaluasi dan Rekomendasi Program
Selain pemaparan data, Rakor ini juga dimanfaatkan sebagai wadah evaluasi dua arah. Para peserta dan tenaga pendamping diberikan ruang diskusi untuk membedah berbagai kendala teknis yang kerap terjadi di lapangan.
Diskusi yang berjalan interaktif ini tidak hanya mencari solusi atas hambatan penyaluran, tetapi juga mematangkan strategi fasilitasi bantuan pengembangan ekonomi agar keluarga penerima manfaat bisa segera mandiri. Masukan-masukan dari TKSK langsung ditampung dan dirangkum menjadi rekomendasi perbaikan untuk periode mendatang.
Melalui kegiatan ini, Dinsos Kabupaten Lombok Tengah berharap komunikasi lintas sektoral, terutama dengan para TKSK sebagai garda terdepan, semakin solid. Dengan begitu, seluruh program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di Gumi Tatas Tuhu Trasna dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan berdampak optimal. (Redaksi Sasak Times)