News

Mengenal Dunia Tambang Sejak Dini, Intip Keseruan Anak-Anak di Junior Miners Fun Fest 2026

Seorang anak mengenakan helm keselamatan kuning asyik mengoperasikan simulator alat berat di acara edukasi Junior Miners Fun Fest (JMFF) 2026 yang digelar MIND ID.

JAKARTA, SASAK TIMES – Di antara suara tawa dan seruan kecil penuh semangat, seorang bocah berusia sekitar lima tahun berdiri mantap di depan simulator excavator. Dengan helm keselamatan kuning yang sedikit miring di kepalanya, ia menggenggam joystick, melirik ke arah orang tuanya, lalu dengan serius mulai menggerakkan lengan alat berat di hadapannya. Tak lama, senyum lebar mengembang di wajahnya.

Pemandangan menggemaskan ini menjadi pemandangan yang lazim ditemui di hampir setiap sudut acara Junior Miners Fun Fest (JMFF) 2026 yang sukses digelar di Avenue of the Stars, Lippo Mall Kemang, Jakarta, hingga Minggu (5/7/2026) kemarin.

Diinisiasi oleh MIND ID bersama seluruh anggota grup usahanya, JMFF 2026 dirancang sebagai arena bermain sekaligus belajar untuk mengenalkan industri pertambangan kepada anak-anak.

Mengenakan rompi dan helm keselamatan khas pekerja tambang, anak-anak tampak berlarian menyusuri Mining Zone yang berkonsep underground mining. Mereka secara bergiliran mencoba berbagai wahana edukatif, mulai dari Excavator Real Simulator, Tunnel Laser, hingga duduk serius menyusun balok di area Mining Builder.

Lebih dari Sekadar Hiburan Liburan

Bagi para orang tua, JMFF 2026 dirasa memberikan pengalaman liburan sekolah yang sangat bernilai. Selain edukatif, acara ini terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya masuk.

“Acaranya free of charge dan dapat goodie bag kalau bisa ngejalanin semua misi. Best banget!” puji Chilla (33), salah satu pengunjung asal Jakarta.

Hal senada diungkapkan Weny Ardianti (37), warga Depok yang datang bersama anaknya. Sang anak tampak antusias mengumpulkan stempel misi dari satu wahana ke wahana lainnya. “Seru banget sehari jadi junior miner. Ngumpulin stamp sambil nyobain wahana bikin anak nggak cuma main, tapi juga belajar sedikit tentang dunia pertambangan,” katanya.

Antusiasme yang tinggi membuat antrean sempat mengular di berbagai wahana. Namun, hal itu tidak menyurutkan semangat pengunjung. “Tadi sempat antre, tapi akhirnya dapat giliran juga. Anaknya senang banget main excavator,” tutur Yunita (33).

Baca Juga : Tren Pariwisata 2026 Melonjak, Marclan International Hadirkan Konsep ‘Long Stay’ untuk Wisatawan dan Pekerja Jarak Jauh

Ruang Edukasi untuk Orang Tua

Tak hanya memanjakan anak-anak, JMFF 2026 juga memberikan ruang khusus bagi para orang tua. Selama anak-anaknya bermain, orang tua dapat mengikuti sesi talkshow edukasi dan layanan konsultasi gratis seputar tumbuh kembang anak, bekerja sama dengan Dig and Beyond.

Psikolog Ulfa Nurida yang hadir dalam acara tersebut menjelaskan, anak sangat membutuhkan ruang eksplorasi untuk mengenali minat dan bakatnya tanpa unsur paksaan.

“Kalau kita bicara soal minat bakat, itu terkait dengan masa depan mereka. Tugas kita sebagai orang tua adalah memberikan kesempatan kepada anak untuk mengeksplorasi, tetapi tetap terarah,” papar Ulfa.

Ia menegaskan bahwa pendekatan belajar berbasis pengalaman langsung (hands-on experience), seperti yang ditawarkan JMFF, adalah cara yang sangat efektif bagi anak untuk mengenal dirinya sendiri.

“Dengan pengalaman langsung, mereka bisa merasakan apakah ini sesuatu yang mereka sukai, tertarik, atau justru terasa sulit,” pungkasnya.

Antrean yang terus mengalir dari hari pertama hingga hari penutupan JMFF 2026 menjadi sinyal positif bahwa edukasi berbasis pengalaman seperti ini sangat dirindukan dan diterima dengan baik oleh masyarakat.

(Redaksi Sasak Times)