JAKARTA – Prospek pariwisata Indonesia pada tahun 2026 menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat positif. Dengan target pemerintah mencapai 1,18 miliar perjalanan wisatawan nusantara sepanjang tahun, serta meningkatnya minat wisatawan Asia untuk perjalanan jarak dekat (short-haul travel), industri perhotelan nasional dituntut untuk beradaptasi dengan cepat.Kondisi ini memicu perubahan pola perjalanan wisatawan.
Saat ini, pelancong tidak lagi sekadar melakukan liburan singkat, melainkan memilih menghabiskan waktu lebih lama di destinasi wisata maupun pusat bisnis. Tren ini didorong oleh tingginya aktivitas bleisure (gabungan bisnis dan liburan) serta budaya bekerja dari mana saja (remote working).
Merespons dinamika tersebut, perusahaan manajemen perhotelan Marclan International menyatakan kesiapannya untuk menyambut momentum lonjakan pariwisata ini. Mereka memperkuat jaringan hotel di berbagai destinasi strategis guna menghadirkan akomodasi yang fleksibel dan berkualitas.
“Kami melihat adanya perubahan perilaku wisatawan yang semakin mengutamakan fleksibilitas dan pengalaman selama bepergian. Tidak sedikit tamu yang kini menggabungkan perjalanan bisnis dengan liburan atau memilih tinggal lebih lama untuk bekerja dari destinasi pilihan mereka.
Karena itu, kami terus menyesuaikan layanan dan produk hotel agar mampu mengakomodasi kebutuhan tersebut,” jelas Chandra Himawan, Head of Marketing Marclan International.
Sebagai wujud nyata dari komitmen tersebut, Marclan menawarkan program long stay (menginap jangka panjang) di sejumlah properti unggulannya, seperti TMG Hotel Tebet dan Swarga Suites Bali Berawa.
Baca Juga : 7 Destinasi Wisata Lombok yang Wajib Dikunjungi, Surga Tersembunyi di Nusa Tenggara Barat
Penawaran ini dirancang khusus dengan fasilitas yang mendukung produktivitas dan kenyamanan bagi tamu yang menjalani remote working maupun perjalanan bisnis yang fleksibel.
Melalui peningkatan kualitas layanan dan penyempurnaan fasilitas, Marclan International berharap dapat memberikan kontribusi positif dalam menciptakan ekosistem pariwisata Indonesia yang semakin kompetitif di mata wisatawan domestik maupun mancanegara.
(Redaksi Sasak Times)