PRAYA TIMUR, SASAK TIMES – Dampak kemarau panjang yang memicu kekeringan ekstrem membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Lombok Tengah kian kesulitan mendapatkan pasokan air bersih. Salah satu wilayah yang kini merasakan dampak terparah adalah Desa Semoyang, Kecamatan Praya Timur.
Merespons kondisi darurat yang menyulitkan hajat hidup orang banyak tersebut, DPD Partai NasDem Lombok Tengah melalui pengurus DPC Praya Timur bergerak cepat melaksanakan bakti sosial berupa penyaluran air bersih untuk masyarakat di Dusun Batu Galang Daye, Desa Semoyang.
Ketua DPD Partai NasDem Lombok Tengah, Ahmad Syamsul Hadi, menegaskan bahwa kehadiran partainya di tengah masyarakat dalam situasi krisis ini adalah wujud nyata kepedulian untuk meringankan beban warga.
“Setidaknya kita berusaha untuk melakukan langkah cepat terhadap kondisi darurat ini. Ini bakti kerja kita untuk masyarakat. Saat situasi normal nanti, baru kita bisa pikirkan dan tentukan langkah jangka panjang yang akan kita ambil,” tegas pria yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi I DPRD Lombok Tengah tersebut.
Melihat urgensi di lapangan, Ahmad menyebut pihaknya langsung menerjunkan tiga unit armada tangki air bersih ke Dusun Batu Galang Daye. Bantuan tersebut diterima langsung oleh pengurus NasDem Praya Timur untuk segera didistribusikan kepada warga yang sudah menanti.
Ia menyadari bahwa untuk ke depannya diperlukan solusi permanen seperti pembuatan sumur bor. Namun untuk saat ini, penanganan kedaruratan adalah prioritas utama.
“Saat ini permintaan air dari masyarakat mesti kita respons cepat. Kan hari ini masyarakat harus masak, dan terutama anak-anak sekolah harus mandi. Masyarakat awalnya minta dua tangki, tapi tidak apa-apa kita kirim tiga saja biar semua cukup dan tidak ada yang tidak kebagian,” paparnya.
Kondisi Miris Air Sungai Semoyang
Krisis air di Dusun Batu Galang Daye memang sudah berada pada titik yang mengkhawatirkan. Wildan, salah satu warga setempat, menuturkan bahwa selama ini masyarakat terpaksa mengandalkan aliran air sungai terdekat untuk menyambung keperluan sehari-hari. Nahasnya, kondisi sungai tersebut kini sudah sangat memprihatinkan.
“Airnya sangat tidak layak, sudah hijau dan berbau karena sepanjang kemarau ini air tidak pernah mengalir di sungai itu. Jangankan manusia, ternak saja kayaknya ndak mau minum, hehe,” keluh Wildan dengan senyum getir.
Ia berharap ke depannya pemerintah atau pihak terkait dapat menghadirkan program pembuatan sumur bor di dusunnya, mengingat kedalaman sumur biasa sudah tidak mampu lagi menjangkau mata air saat kemarau panjang.
“Kami butuh sekali sumur bor, karena begitu sulitnya air untuk kebutuhan sehari-hari di sini. Makanya kami sangat berterima kasih sekali ke Partai NasDem atas sumbangan air bersih ini. Kami masyarakat Dusun Batu Galang Daye merasa sangat terbantu,” pungkasnya.
(Red/Sasaktimes)