NewsUMKM

Prabowo dan PM Modi Luncurkan ION, Gebrakan Baru Infrastruktur Ekonomi Digital UMKM

Menteri UMKM Maman Abdurrahman melakukan transaksi perdana melalui SMECOmmerce.id yang terintegrasi dengan jaringan Indonesia Open Network (ION), didampingi jajaran pemimpin inisiatif digital.

JAKARTA, Sasak Times — Babak baru dalam lanskap kemitraan strategis ekonomi digital antara Indonesia dan India resmi dimulai pada 13 Juli 2026. Momentum ini ditandai dengan peluncuran Indonesia Open Network (ION), yakni sebuah infrastruktur perdagangan digital terbuka berskala nasional yang dirancang khusus untuk membangun pasar digital yang lebih interoperabel.

Inisiatif strategis ini disambut dan diumumkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bersama Perdana Menteri India, Narendra Modi, dalam rangkaian kunjungan kenegaraan PM Modi ke Indonesia. Peluncuran ION ini sekaligus menjadi wujud implementasi dari Memorandum of Understanding (MoU) Kerja Sama Pengembangan Digital yang sebelumnya telah ditandatangani oleh kedua negara pada bulan Januari 2025. Kerja sama ini menegaskan komitmen kedua negara dalam memperkuat kolaborasi di bidang Digital Public Infrastructure (DPI), inovasi digital, serta kecerdasan buatan atau AI.

Mendobrak Hambatan Struktural UMKM

Kehadiran ION dirancang untuk menyelesaikan berbagai hambatan struktural yang selama ini membatasi partisipasi UMKM dalam ekonomi digital, seperti fragmentasi marketplace dan sistem logistik yang belum terintegrasi. Melalui jaringan ION, para pelaku UMKM, petani, koperasi, pasar tradisional, hingga pelaku usaha lokal kini dapat melakukan transaksi lintas berbagai aplikasi tanpa harus terikat pada satu ekosistem platform digital tertentu.

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia, Maman Abdurrahman, menegaskan bahwa visi pemerintah adalah memberikan kesempatan yang sama bagi setiap UMKM untuk berpartisipasi dalam ekonomi digital tanpa memandang ukuran maupun lokasi usaha mereka.

Baca Juga : Badai Geopolitik Timur Tengah Pukul Pasar Kripto, Bitcoin Kembali Terkoreksi di Pertengahan Juli

“Melalui SAPA UMKM dan Indonesia Open Network, kami membangun ekosistem terbuka yang menghubungkan pelaku usaha dengan pasar, layanan logistik, pembiayaan, layanan publik yang terintegrasi, hingga layanan berbasis kecerdasan buatan,” ujar Menteri Maman. Beliau juga telah melakukan transaksi perdana melalui SMECOmmerce.id, sebuah marketplace UMKM milik kementerian yang dibangun di atas fondasi ION.

Prinsip “Join Once. Sell Everywhere”

ION tidak hadir sebagai platform e-commerce baru, melainkan beroperasi sebagai infrastruktur digital bersama. Prinsip utama yang diusung oleh ION adalah “Join Once. Sell Everywhere.”. Pendekatan ini memungkinkan pelaku usaha untuk hanya melakukan satu kali integrasi sistem guna berpartisipasi dalam ekosistem digital yang menghubungkan berbagai marketplace, penyedia logistik, hingga lembaga keuangan.

Dikembangkan dengan mengadaptasi arsitektur Open Network for Digital Commerce (ONDC) milik India, ION disesuaikan dengan kebutuhan nasional dan karakteristik ekonomi Indonesia. Managing Director dan CEO ONDC, T Koshy, menyatakan apresiasinya terhadap pendekatan Indonesia. “Indonesia berhasil mengembangkan pendekatan nasionalnya sendiri yang mencerminkan kondisi ekonomi, institusi, dan cita-cita pembangunan nasional,” tutur Koshy yang juga bertindak sebagai Anggota Dewan Penasihat ION.

Dukungan Penuh dari Sektor Swasta dan Global

Kolaborasi ini tidak hanya melibatkan pemerintah seperti Kementerian UMKM dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), tetapi juga merangkul sektor swasta secara masif. Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) secara resmi mendukung inisiatif ini untuk mempercepat adopsi jaringan terbuka di berbagai sektor industri.

Ketua Umum APINDO, Shinta Kamdani, memandang interoperabilitas sebagai kunci perkembangan ekonomi digital Indonesia. “ION membangun infrastruktur bersama yang menurunkan hambatan inovasi, mengurangi biaya usaha, dan membuka peluang bagi perusahaan dari berbagai skala untuk berkembang dalam perdagangan digital,” tegas Shinta.

Untuk mempercepat langkah implementasinya, ION turut mendapat dukungan dari Google.org dalam fase inkubasi infrastruktur perdagangan digital terbuka ini, dengan fokus mempercepat inklusi bagi wirausahawan di wilayah pedesaan. Selain itu, lembaga pemikir internasional Networks for Humanity (NFH) juga bergabung sebagai Mitra Pengetahuan (Knowledge Partner).

Sebagai bagian dari perjalanannya menuju Visi Indonesia Emas 2045, ION diharapkan mampu menggantikan eksklusivitas ekosistem digital lama dengan kolaborasi tanpa batas, sehingga memperkuat kedaulatan digital dan memberikan kesejahteraan merata bagi seluruh masyarakat Indonesia. (Red)