BUNKATE, SASAK TIMES — Arus perubahan kepemimpinan di tingkat desa kian menunjukkan tren yang menggembirakan. Gagasan-gagasan progresif tak lagi hanya menjadi milik masyarakat perkotaan. Di Desa Bunkate, semangat transformasi itu hadir melalui sosok pemuda visioner, Reza Septian Hadi, S.I.P., yang melangkah mantap dengan mengusung jargon “Bunkate Era Baru”.
Kehadiran Reza di panggung pengabdian desa bukan sekadar meramaikan bursa kepemimpinan, melainkan membawa sebuah cetak biru (blueprint) yang jelas tentang masa depan Bunkate. Ia memiliki visi besar untuk mengeluarkan desa dari zona nyaman dan menjadikannya sebagai episentrum kemajuan.
Desa Bunkate Sebagai Mercusuar Perubahan Bagi Reza, desa memegang peranan krusial sebagai fondasi kedaulatan bangsa. Oleh karena itu, ia menolak pandangan yang menempatkan desa sebagai wilayah tertinggal yang gagap terhadap laju peradaban.
“Saya berharap Desa Bunkate dapat menjadi mercusuar. Menjadi pelopor perubahan dan terwujudnya desa mandiri seutuhnya. Di era di mana teknologi bergerak secepat kilat, desa kita tidak boleh sekadar menjadi penonton di pinggir lapangan sejarah,” ungkap Reza Septian Hadi dengan penuh optimisme.
Memadukan Kearifan Lokal dan Industri 4.0 Satu hal yang menarik dari gagasan “Bunkate Era Baru” adalah pendekatannya yang tidak membenturkan kemajuan zaman dengan tradisi leluhur. Reza menyadari betul bahwa lompatan ke era Industri 4.0 bukan berarti meminggirkan identitas agraris masyarakat.
Kemandirian desa di era digital, menurut pandangan Reza, bukanlah tentang mengganti cangkul dengan mesin semata. Lebih dari itu, kemandirian adalah tentang bagaimana memadukan kearifan tanah kelahiran dengan kecerdasan digital.
“Kita harus menghubungkan akar tradisi menuju dunia luar. Menyatukan kearifan lokal dengan inovasi, sehingga kita bisa memastikan bahwa tiap helaian usaha warga membuahkan hasil yang berdikari,” tegas lulusan Ilmu Pemerintahan ini.
Melalui narasi “Bunkate Era Baru”, Reza Septian Hadi, S.I.P. mengirimkan pesan kuat bahwa transformasi desa adalah sebuah keniscayaan. Ia bertekad untuk membuktikan bahwa dari sudut Desa Bunkate inilah, kedaulatan ekonomi, kecerdasan literasi digital, serta masa depan bangsa yang sesungguhnya bermula.
(Red/Sasaktimes)