PemerintahPendidikan

Dilantik Jadi Ketua GSNI Lombok Tengah, Azizatun Nabila Serukan Pelajar Berani Berorganisasi dan Jadi Generasi Cerdas dari Timur

Suasana Pelantikan dan Rapat Kerja Pengurus GSNI Kabupaten Lombok Tengah di Gedung Amphi GKT Politeknik Pariwisata Lombok.
- Iklan / Advertorial -
[ Slot Iklan Atas Berita ]

LOMBOK TENGAH, SASAK TIMES — Dinamika pergerakan pelajar di Nusa Tenggara Barat kembali menemukan momentumnya. Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI) Kabupaten Lombok Tengah resmi melantik kepengurusan baru sekaligus menggelar Rapat Kerja (Raker) di Gedung Amphi GKT Politeknik Pariwisata Lombok, Minggu (23/8/2026).

Mengusung tema besar “BERANI: Berkarakter, Edukatif, Revolusioner, Nasionalis, dan Inovatif”, estafet kepemimpinan organisasi pelajar berideologi nasionalis ini kini resmi diemban oleh Azizatun Nabila, siswi kelas XI SMAN 1 Batukliang Utara.

Pelantikan ini disaksikan oleh simpul-simpul strategis pergerakan, mulai dari perwakilan DPP GSNI RI, Komisioner Bawaslu Lombok Tengah, Alumni GSNI, Persatuan Alumni (PA) GMNI Lombok Tengah, Pemuda Demokrat Indonesia, IPNU/IPPNU, IPNW, hingga Asosiasi Pengurus OSIS-OSIM se-Kabupaten Lombok Tengah. Kehadiran 83 peserta dari delapan perwakilan sekolah menegaskan kuatnya komitmen kolaborasi lintas pelajar di daerah ini.

Urgensi Berorganisasi di Tengah Disrupsi

Dalam pidato perdananya pasca-dilantik, Azizatun Nabila langsung memberikan gebrakan narasi. Ia mengajak seluruh siswa-siswi SMA sederajat untuk keluar dari zona nyaman dan berani mengambil ruang dalam berorganisasi.

- Iklan / Sponsor -
Azizatun Nabila Saat Berpidato Pasca Pelantikan
(Azizatun Nabila, Pasca Pelantikan)

“Pelajar harus berani berorganisasi. Dari organisasi kita belajar banyak hal, mulai dari kepemimpinan, tanggung jawab, komunikasi, hingga bagaimana merumuskan jalan keluar atas persoalan secara bersama-sama,” tegas Nabila.

Kritik Tajam Ketimpangan Fasilitas Pendidikan

Sebagai pemimpin gerakan pelajar, Nabila tidak sekadar berbicara soal internal organisasi, melainkan melontarkan kritik tajam terhadap potret buram pendidikan daerah. Ia menyoroti tajam kesenjangan sarana dan prasarana antara sekolah di wilayah perkotaan dengan daerah pelosok.

Nabila membeberkan fakta bahwa masih banyak siswa SMA di Lombok Tengah—termasuk di sekolah tempatnya bernaung—yang terpaksa harus belajar dalam dua sif (pagi dan siang) akibat minimnya ketersediaan ruang kelas.

“Ini bukan sekadar masalah teknis sekolah, tetapi menyangkut hak konstitusional siswa untuk mendapatkan kenyamanan proses belajar. Kami mendesak agar persoalan pemerataan fasilitas ini mendapat atensi serius dari pemerintah,” sorotnya.

Miris Melihat Fenomena “Klub Malam” Pelajar

Lebih jauh, Ketua GSNI Lombok Tengah ini juga menyentil krisis karakter dan pergeseran budaya di kalangan remaja. Kemajuan teknologi yang tidak diimbangi dengan filtrasi moral membuat banyak pelajar terjerumus dalam pergaulan bebas.

Secara spesifik, Nabila mengkritik keras fenomena perayaan kelulusan sekolah belakangan ini yang kerap meniru gaya hidup hedonis, bahkan dikemas menyerupai pesta klub malam. Baginya, kelulusan sejatinya adalah momen refleksi dan rasa syukur, bukan ajang hura-hura yang justru mencabut akar identitas dan etika ketimuran pelajar Indonesia.

Menggagas Lahirnya “Murid Cerdas dari Timur”

Menutup pidato kebangsaannya, Nabila menyuntikkan optimisme dengan menyerukan manifesto “Murid Cerdas dari Timur”. Ia meminta para pelajar di NTB untuk membuang jauh-jauh rasa minder saat harus bersaing di kancah nasional maupun global.

“Menjadi pelajar dari Timur bukan berarti harus tertinggal. Kita harus mampu membuktikan bahwa pelajar dari Timur bisa berpikir kreatif, inovatif, dan berdaya saing tinggi dalam penguasaan teknologi, namun tetap menjunjung teguh budaya serta nilai-nilai kebangsaan Indonesia,” pungkas Nabila.

Di bawah nakhoda Azizatun Nabila, GSNI Lombok Tengah kini bersiap menyusun lembaran baru. Dengan spirit BERANI, organisasi ini diharapkan menjadi episentrum pergerakan yang melahirkan generasi pelajar revolusioner; tidak hanya mumpuni secara rasionalitas akademik, tetapi juga peka terhadap realitas sosial masyarakat.

(Red/Sasaktimes)

Foto Bersama Pasxa Pelantikan GSNI Kabupaten Lombok Tengah

- Iklan / Advertorial -