PAGUTAN, SASAK TIMES – Menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Pagutan, diskursus mengenai arah pembangunan desa mulai menghangat. Di tengah berbagai tawaran program, Bakal Calon Kepala Desa Pagutan, Yusuf Hamdani, hadir membawa narasi segar yang mendobrak pola pembangunan konvensional. Mensinergikan kekuatan pemuda dengan keuletan petani dan peternak.
Dalam berbagai kesempatan rembuk warga—termasuk diskusi santai namun berbobot bersama kalangan pemuda dan tokoh masyarakat baru-baru ini—Yusuf Hamdani secara konsisten memaparkan pentingnya kolaborasi lintas generasi. Baginya, pemuda atau Gen Z tidak boleh lagi hanya menjadi objek pembangunan, melainkan harus dilibatkan sebagai subjek utama penggerak ekonomi kreatif di Desa Pagutan.
Dari Lahan Tani Menjadi Destinasi Agrowisata Gagasan utama yang ditawarkan Yusuf adalah bagaimana mengawinkan potensi alam desa dengan sentuhan inovasi anak muda. Petani dan peternak yang selama ini fokus pada sektor hulu akan didampingi oleh pemuda agar output pekerjaannya memiliki nilai tambah.
Melalui tata kelola yang terintegrasi, lahan pertanian dan kawasan peternakan di Pagutan diproyeksikan untuk disulap menjadi destinasi Agrowisata dan pusat industri kreatif. Di sinilah peran pemuda sangat diandalkan, mulai dari merancang paket wisata, mempromosikan potensi desa di ekosistem digital, hingga menciptakan narasi yang mampu menarik minat wisatawan.
Sentuhan Gen Z untuk Ruang Publik dan UMKM Lebih lanjut, visi Yusuf Hamdani juga menyentuh penataan infrastruktur ekonomi berskala mikro. Ia merancang penataan ulang lapak pedagang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terpusat di area strategis desa.
Penataan ini tidak sekadar merapikan tempat berjualan, tetapi akan diberikan sentuhan estetika kreatif khas anak muda. Dengan tata ruang yang modern, bersih, dan instagramable, sentra UMKM tersebut diharapkan tidak hanya nyaman untuk berolahraga, tetapi menjelma menjadi ruang publik yang memutar roda ekonomi warga dari pagi hingga malam hari.
Membuka Ruang Partisipasi Seluas-luasnya Bagi Yusuf Hamdani, kunci dari semua lompatan inovasi ini adalah ketersediaan ruang berekspresi. Jika diberi amanah memimpin Pagutan, ia berkomitmen untuk membuka ruang yang sangat lebar bagi pemuda dalam menyumbangkan ide dan kontribusi nyatanya.
Desa yang maju adalah desa yang adaptif terhadap perubahan zaman. Melalui sinergi antara kebijaksanaan generasi tua dan daya cipta Gen Z, visi Yusuf Hamdani menawarkan peta jalan yang sangat menjanjikan untuk mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan di Desa Pagutan.
(Red/Sasaktimes)