DesaPemerintah

Melek Hukum dan Penuh Gagasan, M. Jayang Rane, S.H. Jadi Darah Segar Pemerintahan Desa Sengkerang

M. Jayang Rane, S.H., sosok pemimpin muda melek hukum yang siap menjadi darah segar bagi tata kelola Pemerintahan Desa Sengkerang.
- Iklan / Advertorial -
[ Slot Iklan Atas Berita ]

SENGKERANG, SASAK TIMES – Tata kelola pemerintahan desa kini membutuhkan pengawasan yang kritis, transparan, dan melek regulasi. Menjawab tantangan tersebut, M. Jayang Rane, S.H. resmi terpilih sebagai Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Sengkerang.

Sebagai salah satu Ketua BPD termuda se-Kabupaten Lombok Tengah dengan latar belakang pendidikan hukum, Jayang Rane hadir membawa angin perubahan. Ia dinilai sebagai “darah segar” yang tidak hanya bermodal semangat muda, tetapi juga dibekali gagasan tajam dan pemahaman hukum yang mumpuni untuk mengawal jalannya pemerintahan Desa Sengkerang.

Amanah ini menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki kesempatan yang sama untuk terlibat langsung membedah kebijakan desa. Kehadiran pemuda di lembaga legislatif desa (BPD) diharapkan mampu memperkuat fungsi pengawasan serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

Adab di Atas Jabatan, Belajar dari Sesepuh Meski hadir dengan gagasan segar dan keilmuan yang memadai, M. Jayang Rane menempatkan adab dan etika kepemimpinan di atas segalanya. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa posisinya sebagai ketua bukan untuk menggurui atau menyingkirkan tokoh-tokoh tua yang telah lebih dulu mengabdi.

- Iklan / Sponsor -

“Pada kesempatan kali ini, bukan berarti saya ingin mendahului yang lebih tua. Namun, saya ingin banyak belajar dari mereka yang lebih tua dan lebih berpengalaman. Saya berharap para senior dapat mewariskan pengetahuan, pengalaman, serta nilai-nilai pengabdian kepada kami sebagai generasi muda,” ungkapnya.

Ia memandang, BPD adalah ruang kolaborasi yang sangat baik bagi generasi muda untuk menyumbangkan pemikiran.

“Kita sebagai pemuda mempunyai kesempatan yang sama untuk belajar dan mengambil bagian dalam pembangunan desa. Kita harus belajar dengan melihat, mendengarkan, memahami, kemudian berani menyampaikan aspirasi dan gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat,” tambah Jayang.

Simbol Kebangkitan Pemuda Tolak Jadi Penonton Bagi Jayang Rane, berani mengambil posisi sebagai Ketua BPD bukanlah soal haus jabatan. Langkah ini ia niatkan sebagai simbol pendobrak kebiasaan lama, di mana pemuda desa sering kali hanya menjadi penonton atau pengkritik dari luar gelanggang.

“Majunya saya sebagai Ketua BPD bukan hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi sebagai simbol bahwa anak muda juga bisa dan harus dipercaya. Generasi muda tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus berani mengambil bagian ketika kesempatan itu datang,” tegasnya berapi-api.

Pemuda melek hukum ini juga mengajak generasinya untuk tidak lagi apatis terhadap dinamika di desanya sendiri.

“Sudah saatnya pemuda sadar bahwa kita memiliki tanggung jawab terhadap masa depan desa. Momentum yang ada harus dimanfaatkan untuk berproses, belajar, mengasah kemampuan, dan membuktikan bahwa pemuda mampu memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat,” urainya.

Kawal Transparansi dengan Pendekatan Hukum Sebagai pemuda bergelar Sarjana Hukum, Jayang Rane memahami betul bahwa proses membangun desa tidak harus selalu dimulai dari posisi eksekutif (Kepala Desa). Sinergi antara BPD yang kuat secara regulasi dengan Pemerintah Desa adalah kunci pembangunan berkelanjutan.

Dalam kapasitasnya kini, ia berkomitmen menjalankan fungsi BPD secara profesional: menampung aspirasi akar rumput, membedah kebijakan teknis bersama pemerintah desa, hingga melakukan pengawasan ketat terhadap anggaran dan pembangunan desa agar selalu berada di koridor hukum yang berlaku. Pengalaman para tokoh senior dipadukan dengan daya kritisnya diyakini akan melahirkan kebijakan desa yang transparan dan tepat sasaran.

“Yang muda tidak hadir untuk menyingkirkan yang tua, tetapi hadir untuk belajar, melanjutkan, dan menjaga warisan ilmu serta pengabdian. Sudah waktunya pemuda berani mengambil peran, memanfaatkan momentum, dan membuktikan bahwa kepercayaan kepada generasi muda adalah investasi bagi masa depan desa,” tutup Jayang Rane optimis.

(Red/Sasaktimes)

- Iklan / Advertorial -